Rabu, 15 April 2009

Penjara Anak Mesti Dibuat Lebih Ramah

Rumah tahanan atau lembaga pemasyarakatan bisa menjadi gerbang masuknya anak ke lingkungan kriminal yang lebih jauh atau residivis. Diperlukan strategi khas pengelolaan rutan atau lapas khusus anak, misalnya melalui desain yang ramah, pendampingan, dan pendidikan agar fungsi penjara optimal.

Menurut Koordinator Lembaga Advokasi Pendidikan Dan Satriana, Selasa (14/4) di Bandung, kecenderungan masyarakat menggunakan institusi hukum formal (penjara) sebagai penyelesaian kasus kenakalan remaja, seperti pencurian, perkelahian, dan penyalahgunaan narkoba, justru bisa menjadi bumerang bagi anak.

"Suasana penjara yang tak ramah, konsep pemisahan, akan menyebabkan anak merasa mempersalahkan diri dan inferioritas, tak layak kembali ke masyarakat, dan menciptakan lingkaran residivis," ujar salah seorang penulis buku Cerita Anak dari Penjara ini. Kecenderungan anak berbuat kriminal, menurut dia, kebanyakan disebabkan kondisi eksternal, bukan dorongan kesadaran diri. "Maka, perlu ada pendampingan khusus agar mereka bisa kembali meniti hidup setelah keluar," ucapnya.

Pendampingan bisa mengisi kegiatan pendidikan nonformal yang biasanya ditinggalkan tahanan anak. Sebab, narapidana anak tidak mau melanjutkan ke sekolahnya. Lapas anak

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Jabar Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia Dedi Sutardi mengatakan, pemerintah tahun ini akan membangun lapas khusus anak di Jabar di kompleks Lapas Sukamiskin. "Di dalamnya ada sekolah, pembinaan, dan kegiatan olahraga. Bangunan dibuat tidak menyerupai penjara agar anak-anak tidak takut," ujar mantan Kepala Lapas Cipinang ini. Lapas ini berkapasitas 500 orang. Pembangunannya diperkirakan tiga tahun. Di Jabar terdapat 400 napi dan tahanan anak. (JON)


http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/04/15/13355985/penjara.anak.mesti.dibuat.lebih.ramah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan beri komentar di sini.
No SPAM ya.